Uang Bisa Bicara

Oleh redaksi - Sel Feb 12, 21:59 WIB

VALENCIA (RiauPos) – Secara finansial, Valencia dan Paris Saint-Germain (PSG) ibarat dua sisi mata uang. PSG, siapapun tahu, memiliki sokongan dana tak terbatas dari Qatar Investment Authority. Sebaliknya, kepemilikan Valencia harus diambil alih pemerintah kota setempat karena tidak mampu membayar tagihan utang klub (total EUR 86 juta atau lebih dari Rp 1,1 triliun).

Lantas, apa hubungan faktor finansial dengan duel kedua tim di Mestalla dini hari nanti ? Tentu saja ada. Dengan kekuatan uang, PSG bisa berfoya-foya untuk mendatangkan Lucas Moura yang banderolnya sama dengan separo utang Valencia.

Superstar veteran Inggris David Beckham juga datang ke PSG karena tahu klub asal Paris itu mampu menyediakan banyak uang untuk dirinya. Skuad mahal PSG juga mampu berbicara di lapangan. Sejak drawing 16 besar (20/12/2012), pimpinan klasemen Ligue 1 tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir, tujuh di antaranya berbuah kemenangan.

Itu berbeda dengan Valencia. Tidak adanya uang membuat Los Che ” sebutan Valencia – tidak bisa menambah amunisi baru Januari lalu. Imbasnya, performa Valencia ” angin-anginan sekalipun masih bertahan di lima besar Primera Division.

“Apapun masalah internal yang dihadapi, bagi saya, Valencia tetap sebuah tim yang hebat dan mereka memiliki tradisi di Liga Champions,” kata pelatih PSG Carlo Ancelotti seperti dilansir Le Parisiens.

“Seperti kebanyakan klub Spanyol yang mengusung permainan umpan-umpan pendek dan penuh agresivitas, Valencia juga berbahaya. Mereka juga memiliki pemain bagus seperti Roberto Soldado yang mencetak cukup banyak gol di Liga Champions (4 gol dari 5 laga, Red),” imbuh pelatih dengan statistik 7 menang, 5 seri, dan 7 kalah melawan klub Spanyol itu.

Jika Valencia memiliki Soldado, PSG memiliki mesin gol yang jauh lebih hebat, Zlatan Ibrahimovic. Sekalipun kalah produktif dengan Soldado di Liga Champions (hanya 2 gol dalam 6 laga), Ibra berhasil mengemas 21 gol dalam 21 laga di Ligue 1 musim ini.

“Anda memang beruntung memiliki pemain seperti Zlatan yang bisa mencetak gol kapanpun dan dimanapun. Namun, yang lebih penting bagi kami adalah keseimbangan pertahanan,” tandas Ancelotti.

Absennya Thiago Silva karena cedera hamstring dan gelandang bertahan Thiago Motta (paha) memang menjadi tes besar bagi benteng PSG. Hanya, berkaca dari susah payahnya menang 1-0 atas Celta Vigo akhir pekan lalu (9/2), entrenador Valencia Ernesto Valverde memilih berhati-hati.

“Kami menurunkan kekuatan terbaik dan menyerang Celta sepanjang pertandingan, tapi harus menunggu sampai ujung laga untuk mencetak gol. Itu memberi pelajaran berharga bagi kami saat menghadapi PSG,” tutur Valverde kepada Marca.

“Banyak orang menyebut PSG lebih favorit. Tapi, tim favorit tidak selalu menjadi pemenang,” tutur Valverde lagi. (dns)