Penerapan Kurikulum 2013 di Riau Hanya di Lima Kabupaten Kota

Oleh Nawwir Qolam - Ming Mei 12, 15:21 WIB

Pekanbaru (RC)-Pembelakuan kurikulum 2013 di Riau tidak untuk seluruh kabupaten kota, melainkan hanya di lima kabipaten Kota saja, diantaranya di Kota Pekanbaru, dan kabupaten terdekat dengan Kota Pekanbaru. Tidak serentaknya penerapan ini lantaran kementerian pendidikan dan kebudayaan memiliki banyak keterbatasan, terutama masalah anggaran.

Demikian dikatakan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Musliar Kasim, ketika menyampaikan sosialisasi kurikulum 2013 terhadap pejabat disdik Riau dan para Kepala Sekolah di Premiere kemaren.

Mengenai lima kabupaten yang di terapkan di Riau, diakui Musliar tidak ingat yang jelas tentunya Pekanbaru salah satunya yang akan menerapkan kurikulum tersebut.

Diakakannya, sekolah mana saja yang akan menerapkan kurikulum 2013 ini di tentukan oleh kemendikbud sendiri untuk tahap awal, sebab, kementeria memiliki data sekolah yang layak untuk menerapkan kurikulum itu.

Penerapan awal di fokuskan kepada eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, dan sekolah berakretadi A. Jika nanti belum mencukupi kuota, tidak tertutup kemungkinan di terapkan pada sekolah yang berakredasi B, ungkapnya.

Untuk seluruh Indonesia, penerapan kuri kulum 2013 tahun ini hanya di 295 kabupaten Kota saja yang tersebar di seluruh provinsi. Ini dilakukan, karena banyak mendapatkan saran-saran dari pihak lain, disamping itu juga karena keterbatasan anggaran.

Dikatakan Musliar Kasim, mantan Rektor Universitas Andalas ini, kurikulum 2013 bertemakan, kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan serta pengetahuan yang terintegrasi.

Pentingnya perubahan di mulai dari sekarang kata Musliar, karena jumlah anak usia 10 hingga 19 tahun saat ini bekisar 43,35 persen. Di tahun 2035 nanti jumlah anak seusia tersebut mencapai 90 juta orang. Kalau tidak dididik dengan baik dari sekarang, maka kedepannya mereka tidak mampu dan tidak bisa mengelola bangsa ini dengan baik pula, katanya.(SIMS)