Siak, RiauChannel.Com – Bupati Siak Afni Zulkifli perihatin terhadap kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B Siak yang di huni 591 orang tahanan, yang semestinya di huni untuk 176 orang.
Keprihatinan itu terlihat saat Bupati Afni dan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengunjungi Rumah Tahanan Negara kelas II yang lokasinya di jantung kota Siak Sri Indrapura.
Melansir dari laman siakkab.go.id, Afni mengatakan, kehadirannya bersama Forkopimda Siak menurut jadwal mendampingi rombongan Anggota Komisi III DPR RI untuk meninjau kondis Rutan.
Kunjungan, Komisi III yang merupakan mintra Kemenkumham ingin menguji fakta lapangan, bahwa informasi yang disampaikan apakah benar bahwa Lapas mengalami over load. Namun, mendapat kabar rombongan batal hadir di Siak.
“Alhamdulillah hari ini bersama Kapolres Siak, Datuk dari LAMR Siak dan kepala Adwil berkunjung ke Rutan kelas II B Siak. Kunjungan kami ke Rutan seharusnya bersama rombongan Komisi III DPR RI Muhammad Rahul namun berhalangan hadir karena ada agenda mendadak yang tidak bisa ditinggal, ” ujar Afni, Kamis (30/4/2026).
Saat ini Rutan Kelas II B Kabupaten Siak di huni sekitar 591 orang dengan rincian tahanan sebanyak 212 orang, narapidana 379 orang dengan kapasitas tampung mestinya hanya 176 orang.
“Lapas ini, kondisinya sudah sangat penuh. Kami akan menyampaikan ini kepada Kementerian terkait, untuk dilakukan pembangunan Rutan baru yang lebih besar atau bagaimana nanti kita akan lakukan koordinasi dimana titik rencana akan dibangun,” kata Afni.
“Dari posisi lekat Rutan Siak saat ini, sudah tidak relevan karena berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk. Tentu dengan kondisi Rutan yang seperti ini, dapat menimbulkan sejumlah persolan baru,” sambung Afni.
Bupati Afni sempat menyapa para narapidana di balik jeruji besi untuk memberikan motivasi dan semangat agar ketika keluar nanti mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat ditengah masyarakat.
“Tadi kami juga menyapa para narapida dengan berbagai macam kasus mulai dari asusila, pencurian dan didominasi oleh narkoba kita tentunya berharap setelah nanti mereka keluar dari sini bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di tengah masyarakat, ” harap Afni.
Kepala Rutan Siak Dedy Krihastoni menjelaskan kondisi saat ini memang sudah overload dan setiap beberapa bulan sekali Pihaknya pasti memindahkan sebagian narapidana ke Pekanbaru agar tidak terjadi penumpukan yang memicu kerusuhan.
“Rutan Siak saat ini kondisinya sudah overload, jadi untuk narapidana yang vonisnya tinggi kita pindahkan ke Pekanbaru agar tidak terjadi penumpukan, namun untuk didalam sel sendiri kondisinya berbaring bisa tidak ada yang tidur berdiri maupun duduk, ” singkat Dedy.***












