Pekanbaru, RiauChannel.Com – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, menyampaikan bahwa inisiatif pengelolaan sampah melalui teknologi penangkapan gas metana (methane capture) dan Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan langkah baik yang perlu didorong bersama agar segera terimplementasi dan memberikan manfaat nyata, baik bagi lingkungan maupun masyarakat di Provinsi Riau.
“Ini inisiasi yang bagus, sehingga bisa berproses dalam waktu singkat untuk menjadi kenyataan. Kemudian untuk sampah plastik nanti sebagian bisa di reuse dan sebagian bisa dijadikan energi, RDF istilahnya. Kita akan segera duduk bareng untuk hal ini, termasuk pekerjaan besar untuk memilah yang sudah terjadi di beberapa tempat,” ujar Menteri Jumhur di hadapan awak media.
Melansir dari laman kemenlh.go.id, salah satu fokus penanganan adalah TPA Muara Fajar II yang selama ini masih menerapkan open dumping. Metode tersebut akan ditinggalkan secara bertahap dan ditata ulang sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN.
Sebagai bagian dari komitmen mitigasi perubahan iklim dalam kerangka Nationally Determined Contributions (NDC), KLH/BPLH mendukung pembangunan fasilitas methane capture di lokasi tersebut. Teknologi ini diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus membuka peluang pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif.
Di sisi lain, penerapan teknologi RDF menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada TPA. Sampah yang telah dipilah akan diolah melalui proses mekanis menjadi pelet RDF yang memiliki nilai kalor tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar fosil di sektor industri maupun pembangkit listrik.
Timbulan sampah di Provinsi Riau sendiri mencapai 3.818 ton per hari, namun baru sekitar 16% yang terkelola secara optimal. Selain itu, sekitar 75% TPA masih menggunakan sistem open dumping yang berpotensi mencemari lingkungan.
Menteri Jumhur menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kita harus mendukung semua upaya untuk memastikan sampah itu bisa dikelola dengan baik dan membuat kita semua menjadi orang normal lah kalau kita tidak diganggu oleh sampah, kira-kira begitu.”
KLH/BPLH menegaskan komitmennya untuk mendampingi Pemerintah Provinsi Riau dalam mengakhiri praktik open dumping secara permanen. Melalui penguatan kapasitas, pendampingan teknis, serta penerapan teknologi methane capture dan RDF, diharapkan terwujud sistem pengelolaan sampah yang modern, sirkular, dan berkelanjutan.***






